Quirky, resourceful, and avant-garde creative couple from Bandung, Indonesia repurposing objects into art.
#HUEVOICES: Meet Attina & Evan of REEXP, Mannequin Plastic, MPlayground and Pinx Project.
Nama/ Name: Attina & Evan
Kota tinggal saat ini/ Current City: Bandung, Indonesia
*This interview was translated from the original Bahasa Indonesia into English.*
By the way, just a heads up.
This series now lives in it’s new home at HueVoices.
You can read the updated version and subscribe to the latest interviews here.
Kami adalah duo multi-disciplinary creative yang hidup mengisi keseharian dengan berkarya, berkegiatan seni sebagai REEXP dan menjalankan beberapa Fashion brand diantaranya: Mannequin Plastic, MPlayground dan Pinx Project.
REEXP adalah “wadah” pertama yang menjadi tempat kami memulai bekerja bersama, penciptaannya di awali dari ketertarikan yang sama terhadap ‘Pop culture’ and ‘Toys art movement.’
REEXP merupakan sebuah ekspresi yang lahir dari keinginan untuk merubah dan menata ulang berbagai benda temuan yang cenderung terlupakan, bahkan kurang diharapkan keberadaan nya dalam kehidupan sehari-hari, Menjadi sebuah media penciptaan karya seni dengan berbagai tahapan eksperimen dan eksplorasi dalam penggunaan teknik Potong Sambung Konstruksi dan ‘found object’ sebagai teknik serta media utama yang di gunakan dalam proses penciptaan karya.
Karya-karya REEXP secara visual banyak terinspirasi dari beragam wujud karakter yang kerap hidup di alam imajinasi kami. Di lengkapi dengan sentuhan kebahagiaan, keajaiban, mimpi, dongeng, taman bermain, dunia imajinatif & berbagai deformasi object, semua itu merupakan beberapa hal yang banyak mempengaruhi ide & gagasan kami dalam berkarya.
Dalam perjalanan berproses kreatif secara tidak langsung karya seni yang kami ciptakan, ternyata dapat pula menyampaikan sebuah gagasan pelestarian lingkungan. Selama ini REEXP telah berkesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti pameran seni, kolaborasi, lokakarya, talk show dan bekerja sama dengan berbagai industri seperti perusahaan designer, musisi, dan instansi pendidikan.
Selain itu, kami mendirikan Sebuah Fashion Brand yang bernama MANNEQUIN PLASTIC, brand ini secara garis besar terbentuk dengan image yang tidak jauh berbeda dengan REEXP sebagai wadah kami berkarya seni, tetapi MANNEQUIN PLASTIC lahir untuk menjadi wadah kami menemukan gagasan untuk mengangkat berbagai kisah dalam kehidupan sehari-hari, mewujudkan beragam kisah ajaib pada keseharian yang di ceritakan kembali menggunakan bahasa kebahagiaan & keceriaan ke dalam berbagai bentuk desain product.
We’re a multidisciplinary creative duo spending our days immersed in art and design. Our work spans across different creative ventures—REEXP, our art platform, and several fashion brands: Mannequin Plastic, MPlayground, and Pinx Project.
REEXP was our first creative venture together born out of a shared love for pop culture and the toys art movement.
At its core, REEXP is about reimagining forgotten, discarded objects—things that no longer hold value in daily life—and transforming them into art through experimentation and exploration. We use a mix of cut-and-reconstruct techniques and found objects as our main creative process.
Visually, REEXP draws inspiration from the many characters that live in our imagination. Our work carries elements of joy, wonder, dreams, fairy tales, playgrounds, surreal worlds, and object deformations—all of which shape our artistic vision.
Interestingly, through our creative journey, REEXP has also become a way to promote environmental awareness. Over the years, we've participated in exhibitions, collaborations, workshops, talks, and worked with companies, designers, musicians, and educational institutions.
We also founded Mannequin Plastic, a fashion brand that, like REEXP, serves as a creative outlet. However, Mannequin Plastic is more than just fashion—it’s a way for us to tell stories about everyday life, turning magical moments into tangible designs. Our pieces express happiness, playfulness, and the beauty of daily narratives through unique product designs.
Soundtrack hidupku The Greatest Showman Soundtrack —“A Million Dreams.”
Tiga lagu yang sedang terus berputar saat ini adalah Inuyasha Soundtrack —“Change the world,” Cyndi Lauper— “True Colors,” dan Towa Tei — “The Burning Plain.”
Karya seni terakhir yang buat kita berkesan adalah seniman asal Jepang Hideaki Shibata dengan Yodogawa techniquenya dan karya-karya dari “Father of Kawaii” Sebastian Masuda.
Outfit andalan kita sekarang adalah:
Attina: Aku adalah wajah dari Mannequin Plastic, outfit-outfit koleksi Mannequin Plastic cenderung mengikuti style favorite ku & aku sangat terinpirasi dengan Rei Kawakubo, salah satu fashion designer yang mendirikan Comme des Garçons.
Evan: Lebih ke arah Casual Street Style, sekarang lagi suka pakai Loose T-shirt, celana pendek dan sneakers khususnya dari brand New Balance,
karena sebelum nya Evan juga bermain musik jadi juga senang mengambil inspirasi outfit dari gendre-gendre musik favorite nya.
Ide self-care kami adalah sebagai duo Toys Collector, kita sangat suka jalan-jalan hunting keliling toko mainan dan keliling kota sambil kasih makan kucing-kucing liar.
Nasihat TERBURUK yang pernah aku terima adalah:
Attina: “Orang itu tidak akan bisa hidup dari Fashion & Seni, itu hanya Hobby, tidak akan bisa menghidupi”
Evan: “Kamu kerja yang bener dong! Jangan urusi hobby terus!” Padahal bila hobby yang bisa menghidupi, Why not? :)
The soundtrack to our life is The Greatest Showman Soundtrack—“A Million Dreams.”
Three songs that are currently on repeat are Inuyasha Soundtrack —“Change the world,” Cyndi Lauper — “True Colors,” dan Towa Tei — “The Burning Plain.”
The last artwork that left an impression on us was, we’re always fascinated by the work of Japanese artist Hideaki Shibata and his Yodogawa Technique, as well as the colorful, whimsical creations of Sebastian Masuda—the “Father of Kawaii.”
Our go-to outfit right now is:
Attina: As the face of Mannequin Plastic, my style naturally follow the brand’s aesthetic. I’m deeply inspired by Rei Kawabuko, the visionary behind Comme des Garçons.
Evan: I lean towards casual street style—loose t-shirts, shorts, and sneakers, especially New Balance . Since I have a background in music, my style is also influenced by my favorite music genres.
Our version of self-care is as toy collectors, we love hunting for collectibles in toy stores wandering around the city as we feed stray cats.
Our main life mantra is “Never stop creating. Make the impossible possible. Turn the ordinary into something extraordinary and share happiness with the world.”
The WORST advice we’ve ever received was:
Attina: “You can’t make a living from fashion and art—it’s just a hobby.”
Evan: “Get a real job! Stop wasting time on your hobbies.” But hey, if a hobby can sustain you, why not?
Sepertinya kamu punya banyak proyek kreatif yang lagi kamu jajal dan eksplorasi. Dari semua yang kamu eksplorasi, yang mana yang paling kamu suka? Kenapa?
Semua yang kita kerjakan kita suka, semua begitu special, karena setiap project dan kegiatan yang kita jalani punya pembelajaran & pengalaman menarik yang berbeda-beda.
Setiap kita menjalani sebuah project, di situ pula kita banyak menemukan dan bereksplorasi dengan beragam hal baru. Dari mulai tekhnik dan proses berkarya hingga berjumpa banyak teman baru.
Apa yang awalnya memicu ide untuk karya senimu?
Karena sebuah keterbatasan. Saat kuliah dulu kita ingin berkarya, tapi karena segalanya serba terbatas, kita tidak menemukan media yang pas untuk kita gunakan sebagai material karya.
Sampai akhirnya menemukan ide untuk menggunakan beragam benda-benda temuan yang sudah tidak terpakai, lalu kita deformasikan, mengalihkan fungsi nya dari “sampah/benda tidak berguna” menjadi material untuk berkarya. Karena ternyata hal-hal kecil yang ada di sekitar kita banyak sekali memberi inspirasi.
Kenapa kalian memutuskan berkarya sebagai duo, bukan sebagai seniman individual?
Karena tidak banyak orang yang bisa berkarya sebagai duo, berkarya sebagai duo lebih berat karena terbagi dari dua kepala. Kebersamaan kita yang sudah melebihi 20 tahun menjadi sebuah keistimewaan bagi kita untuk dapat bekerja bersama secara profesional, juga dapat membagi porsi sebagai rekan kerja dan pasangan.
Apa yang bikin karya seni kamu beda dari yang lain?
Kemampuan kita untuk mengolah sesuatu yang tidak berguna lagi bagi orang kebanyakan menjadi bentuk karya seni yang dapat di terima keberadaan nya oleh berbagai lapisan, tidak hanya para penikmat seni, tapi juga masyarakat luas dapat mengapresiasi karya kita dengan cara mereka masing-masing.
Apa ada pesan yang ingin kamu sampaikan lewat karya-karya dan seni kamu atau apakah ada tema yang lagi kamu ingin fokuskan?
Setiap karya yang tercipta, masing-masing pasti ada cerita yang ingin kita sampaikan kepada para pengapresiasi.
Cerita kandungannya bermacam-macam dari mulai bercerita tentang hal yang menyenangkan, kritik, mimpi, kesedihan, kebingungan dulu tapi semua itu selalu kita tampilkan lewat visual karya yang ceria atau playful.
Proyek terakhir apa yang bikin kalian seneng dan bangga waktu selesai?
Untuk di bidang pekerjaan, seperti yang kita jawab di pertanyaan sebelumnya, semua project yang pernah kita jalani memiliki tingkat kesenangan & kebanggan yang berbeda-beda dan semua itu selalu special untuk kami.
Ada Hal lain yang sedang kami jalani dalam 6 tahun ini & akan terus berlanjut untuk ke depan nya adalah menjadi orang tua dari anak kita yang bernama “Cerita Warna” kita selalu ingin memberikan yang terbaik, berdoa & berusaha supaya kita berdua dengan bangga dapat terus membersamai tumbuh kembang nya hingga dia dewasa nanti.
Menurut kamu, apa itu seni?
Seni adalah keajaiban. Media untuk menemukan diri & mengekspresikan nya ke dalam wujud karya.
Bagi kamu, apa fungsi seni dalam hidup dan masyarakat ?
Seni sebagai pemberi keindahan. Seni seharusnya mampu menjadi satu-satu nya media penyampaian, baik itu aspirasi, pemikiran, kritik, pujian hingga celaan dengan sebebas-bebasnya tanpa ada nya batasan-batasan yang menghalangi, demi tujuan yang lebih baik.
Apa wawasan paling mengejutkan saat kamu mulai berkarya?
Ternyata untuk konsisten berpetualang sebagai pekerja kreatif itu tidak semudah yang di bayangkan. Banyak tahapan, pengalaman dan pembelajaran yang kita harus hadapi.
Apa definisi sukses buat kamu?
Tidak pernah terbangun dari mimpi dan bisa terus berkarya hingga hari akhir.
Apa yang ingin kamu capai lewat karya yang kamu buat?
Dapat hidup dan terus bertumbuh dari karya dengan segala kreatifitas yang kita miliki. Bisa memberikan dampak positif dan sedikit inspirasi bagi para pengapresiasi juga masyarakat di sekitar kita. Bahwa kebahagiaan itu sesungguhnya ada sangat dekat dengan kita, hanya terkadang masih banyak orang yang belum menyadari nya.
It appears like you have many creative ventures that you are experimenting on and are exploring, which out of the direction you’re exploring is your favorite? Why?
We love everything we work on—each project is special in its own way. Every experience brings unique lessons and insights, making each journey different and exciting.
With every project, we dive into new explorations—whether it's discovering fresh techniques, experimenting with creative processes, or meeting inspiring new people along the way.
What was the initial spark of the idea behind your art?
It started with limitations. Back in college, we wanted to create, but with limited resources, we struggled to find the right materials for our work.
That’s when we had an idea—to repurpose discarded objects, transforming them from trash into artistic materials. We experimented, reshaped, and reimagined their function, turning what was once overlooked into something meaningful. It made us realize that inspiration is everywhere, even in the smallest, most unexpected things around us.
Why did you decide to pursue art as a duo versus as individual artists?
Not everyone can create as a duo—it’s definitely more challenging since it involves two minds, two perspectives. But having spent over 20 years together, we've turned that into our strength. It’s what makes our collaboration special—we’ve learned how to balance our roles as creative partners and life partners, working together professionally while also growing as a team.
What makes your art distinct from other art?
Our ability to reimagine and transform discarded objects—things that most people see as worthless—into art that finds its place across different audiences is what makes our work unique. It’s not just for art enthusiasts. It’s something that the wider community can connect with and appreciate in their own way.
Is there a message you’re trying to convey through your works or a theme you are currently focused on?
Every piece we create carries a story we want to share with the audience. The themes vary—sometimes they speak of joy, dreams, critique, sadness, or even confusion. But no matter the message, we always present it through a vibrant and playful visual language.
What was the latest project that you completed that made you feel joyful and proud?
When it comes to our work, as we mentioned earlier, every project we've taken on has brought its own sense of joy and pride. Each one is special in its own way.
But beyond our creative pursuits, the most meaningful journey we’ve been on for the past six years—and one that will continue for a lifetime—is parenthood. Our child, Cerita Warna, is our greatest project yet.
We strive every day to give her the best, to support her growth, and to be there every step of the way as she grows into the person she’s meant to be.
In Bahasa Indonesia “Cerita Warna,”—their daughter’s name— directly translated means ‘colourful story’. 😊
What is art to you both?
Art is a source of beauty. It should serve as a boundless medium for expression—whether it’s aspirations, thoughts, critiques, praise, or even dissent—free from restrictions, all in the pursuit of something greater.
To you, what is the purpose of art in life and in society?
Staying consistent as a creative professional is far more challenging than it seems. It’s a journey filled with different stages, experiences, and lessons that we continuously navigate and grow from.
What has been one of the most surprising insights you’ve gained since you started to pursue your work?
Never waking up from our dreams and continuing to create until the very end.
What are you hoping to achieve through the work that you do?
To live and grow through our work, embracing the full extent of our creativity. To create a positive impact and inspire both our audience and the people around us. Because happiness is always within reach—sometimes, we just need to realize it.
@attina_
@evan_driyananda
@re_exp
@mannequinplastic
@mplayground_
@_pinx
Hit the heart ‘❤️’ button if you enjoyed this edition, so more people can find their way to this too.
HUEVOICES is free to access. Share this with someone, if something excited you. As an effort to spotlight the incredible talent from the region I call home, the aim of this series is to elevate diverse voices from Asia to the world.
Subscribe for full access or leave a one-time tip if you’re not ready for an LDR yet. As a solo independent creator, I rely on readers support, like yours. With a range of sections, you can manage your preferences here.
Let’s normalise supporting the creators you love so ads don’t rule and ruin our world.
Thank you for spending some of your day with me.


















