INFJ graffiti artist turned abstract exprimental artist from Malang, Indonesia.
#HUEVOICES: Meet Friski Jayantoro.
By the way, just a heads up.
This series now lives in it’s new home at HueVoices.
You can read the updated version and subscribe to the latest interviews here.
Aku adalah seorang seniman muda di bawah 30 tahun, hidup bahagia meski kadang merasa ada kecemasan akan hari esok. Aku merasa paling hidup ketika berkarya dan menemukan ketidak-terdugaan yang justru membuat hasil karya menjadi maximal, seperti finishing touch yang di berkahi oleh tuhan. Aku melihat diriku sendiri Sebagai seorang INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, and Judging), memiliki kombinasi unik antara idealisme dan wawasan, yang membuat semangat berkesenianku menonjol di lingkungan dimana aku tinggal saat ini.
Kehidupan batin yang kompleks justru terlihat oleh emosi yang rileks, empati yang mendalam memungkinkan aku untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat yang kuat. Orang lain melihat aku seperti memiliki komitmen teguh terhadap prinsip-prinsip tertentu dan memiliki keinginan yang kuat untuk memberikan dampak positif pada dunia di sekitarnya. Padahal dalam diriku tak luput juga sering merasa cemas, takut, dan banyak berharap bahwa dunia ini sementara dan akan baik baik saja. Yang terpenting bagiku saat ini adalah ketenangan batin, jiwa, dan raga yang sehat.
Melalui seni banyak harapan-harapan baru yang muncul, yang satu persatu terealisasikan. Membuat hidupku terasa menjadi dinamis dan berwarna.
I am a young artist under 30, living content despite occasional anxieties about the future. I feel most alive when creating and discovering unexpected elements that ultimately elevate the work, like divine finishing touches.
I see myself as an INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, and Judging), possessing a unique combination of idealism and insight that makes my artistic spirit stand out in my current environment.
My complex inner life manifests through relaxed emotions, and deep empathy allows me to connect with others on a profound level. Others see me as someone with an unwavering commitment to certain principles and a strong desire to positively impact the world around them. Yet internally, I too often feel anxious, and fearful, and hope deeply that this world is temporary and will be alright. What matters most to me now is peace of mind, soul, and physical well-being.
Through art, many new hopes emerge and materialize one by one, making my life feel dynamic and colourful.
Find Friski Jayantoro on his Instagram page and find his latest artwork here.
Soundtrack hidupku adalah adalah suara alam, hehehe.
Tiga lagu yang sedang terus berputar saat ini adalah “I am”- Beautiful Chorus, India.Arie, “Wanderlust” - AK, dan “Farenheight Fair Enough” - Telefon Tel Aviv.
Buku/film/artikel/podcast/karya seni terakhir yang buat aku berkesan adalah sejujurnya aku jarang membaca buku dan artikel, aku hidup saat ini dalam era perkembangan kecerdasan buatan AI, yang aku rasa cukup untuk mencari data sepintas meski tak begitu mendalam. Aku lebih suka mendengarkan podcast tentang seni dan pengetahuan, seperti YouTube mojokdotco dan liputan² artfair yang berada di luar Indonesia. Aku juga menyukai film² yang membuat batin bergetar, hingga meneteskan air mata karena larut dalam suasana. Bagiku kesan haru ini dapat melatih dan mempertebal kepekaan emosional untuk lebih kuat, guna menyikapi dunia agar lebih bijak..
Outfit (baju/sepatu/style) andalan aku sekarang adalah andalan aku sekarang adalah street wear yang nyaman di gunakan dalam segala kondisi, mengigat dulu aku adalah seorang rider BMX dan graffiti writer, dan sekarang menjadi seseorang yang suka traveling ke tempat-tempat hidden gem dimanapun ketika aku berada.
Ide self-care versiku adalah dengan selalu berolah raga apapun cabangnya, tidak ragu mencoba membuatku bisa menguasai berbagai olah raga, dari yang tidak beresiko hingga ke extreme sport.
Mantra hidup utama aku adalah proses progres dan sukses. Hal ini mencakup banyak sudut pandang yang sah untuk menjadi multitafsir, semua di dunia ini tidak hanya tentang hitam putih tetapi abu abu juga bagian dari keduanya. Tetap bermimpi, berharap dan terus bergerak.
Nasihat TERBURUK yang pernah aku terima adalah tidak ada.
The soundtrack of my life is the sounds of nature, hehehe.
Three songs that are constantly playing right now are “I am”- Beautiful Chorus, India.Arie, “Wanderlust” - AK, dan “Farenheight Fair Enough” - Telefon Tel Aviv.
The last book/film/article/podcast/artwork that left an impression on me is to be completely honest, I rarely read books or articles. We live in the current era of artificial intelligence development, which I feel is enough to help me look for the information I need, although I acknowledge it’s typically brief and not very deep.
I prefer listening to podcasts about art and knowledge, like YouTube mojokdotco and coverage of art fairs outside Indonesia.
I also love films that stir the soul, to the point of shedding tears because I'm so absorbed in the atmosphere. For me, these emotional impressions can train and strengthen emotional sensitivity to be more resilient and to face the world more wisely.
My current go-to outfit (clothes/shoes/style) is streetwear that's comfortable to use in all conditions, especially considering I used to be a BMX rider and graffiti writer. Now I'm someone who enjoys exploring hidden gems wherever I am.
My version of self-care is always exercising in any form, not hesitating to try has made me able to master various sports, from low-risk to extreme sports.
My main life mantra is process, progress and success. This encompasses many valid viewpoints that can be interpreted in multiple ways, everything in this world isn't just about black and white but grey is also part of both. Keep dreaming, hoping and keep moving.
The WORST advice I've ever received is none.
Apa yang membuat kamu tertarik dengan seni, dunia seni, dan kenapa kamu memutuskan untuk menjadi seorang seniman?
Seni selalu memberi kesegaran dan kejutan yang menarik, banyak orang berkata "tidak ada suatu hal yang baru di bawah matahari", namun seni mencoba untuk menembus batas dan menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.
Aku memutuskan menjadi seniman karena bagiku ini tak hanya sebuah profesi, tapi sebuah laku hidup. Bagaimana kita membuat setiap momentum dalam hidup yang kita lalui dapat menjadi bermakna dan berkualitas.
Apa karya seni pertama yang pernah kamu buat yang membuatmu merasa benar-benar bangga, dan kenapa?
Salah satu karya yang membuatku bangga adalah instalasi berjudul "jeda". Sebuah karya seni 3 dimensi yang aku buat ketika masa covid 2020 yang aku pamerkan di Semeru art galeri kota Malang. Kenapa, karena karya ini sangat relate bagi kehidupan ku dan memiliki tafsir lain yang relate juga oleh mereka para apresiator. Berbentuk seperti dinding mengelupas dan mengexpose batu bata yang masih bersih dan rapi di dalamnya. Karya "jeda" ini merepresentasikan tembok yang rindu pada pasangan nya, yaitu karya seni. Ini sebuah metafor yang mewakili diri saya sendiri, yang rindu terhadap pasangan meski berbeda suku, berbeda agama, berbeda pulau dan lama tidak bertemu karena pembatasan sosial berskala besar di Indonesia pada saat itu. Hadirnya tembok ini bagi saya bukan suatu yang tiba-tiba muncul, akan tetapi tembok merupakan cerminan kanvas pertama saya ketika memulai terjun dalam dunia seni saat masih berkarya graffiti di ruang publik kota. Apresian juga berpendapat bahwa karya ini dapat mewakili semangat untuk tetap berpameran secara fisik ketika saat itu semua galeri tidak ada kegiatan dan dipindahkan dalam media online.
Apa satu kesalahpahaman tentang menjadi seorang seniman yang sering dimiliki orang dan ingin kamu bantah?
Tidak ada. Bagaimana seni dan perjalananmu dalam mengejar seni mengubah cara kamu melihat diri sendiri atau dunia? Dalam perjalanan karir berkesenian, banyak perubahan mainset dan pola pikir menjadi lebih menerima apapun, dan memberi sesuatu yang kita punya pada segala aspek kehidupan. Seperti dulu mengira bahwa hidup membosankan dengan banyaknya aturan salah benar, halal haram, baik buruk, seakan tidak ada pilihan netral di dunia ini. Melalui seni kita dapat dan sah memilih netral itu, berada di tengah, di 'antara'.
Menurut kamu, apa itu seni?
Aku memiliki Karya seni yang merepresentasikan apa itu seni bagiku, karya itu adalah lukisan 2 dimensi yang bertuliskan "seni adalah pola pikir". Dan karya ini dapat di lihat dari sisi depan dan belakang, terinsipirasi dari bentuk papan catur yang terlipat. Hidup dan berkesenian saya rasa seperti bermain, namun tidak fokus pada menang kalahnya karena semua itu sah, point utamanya adalah bahwa berkarya seni merupakan salah satu kegiatan bermain main namun serius, yang memerlukan banyak pertimbangan matang dan latihan yang tidak sebentar. Artinya bermain bisa mendapatkan kebahagiaan dan dalam kebahagiaan ketenangan batin itu akan hadir.
Bagian dari dirimu mana yang paling terlihat dalam karya seni kamu saat ini, atau bagian mana dari dirimu yang sedang kamu eksplorasi melalui seni kamu sekarang?
Dalam karya² 2dimensi seperti lukisan, karyaku lebih sering menggunakan warna dingin dan tenang seperti biru dan hijau hal ini secara intuitif telah menghadirkan alam bawah sadarku tentang segala hal yang telah aku rasakan dalam proses hidup. Aku saat ini sedang mengexplorasi format baru tentang media kanvas yang tidak harus selalu square persegi atau persegi panjang, akan tetapi bentuk kanvas juga ikut hadir dalam kebutuhan yang ingin di ungkapkan sebagai suatu hal penting dalam bagian dari karya tersebut.
Menurut kamu, apa pentingnya seni dalam masyarakat modern saat ini?
Seni sudah melebur dalam bagian masyarakat, tidak terpaku pada suatu media dan gagasan, seni bisa datang dari mana saja dan berbentuk apasaja yang bahkan tidak harus ada bendanya juga dapat dikatakan sebagai bagian dari seni di hari ini. Banyak pula buku buku tentang kehidupan yang menggunakan seni sebagai kalimat judul seperti (seni untuk bersikap bodo amat, seni mengenal diri, seni mengendalikan emosi dsb). Namun harapannya masyarakat perlu lebih kritis mengetahuinya apa itu seni dan karya seni.
Apakah kamu setuju bahwa tujuan manusia itu untuk selalu berkembang? Jika ya, menurutmu, saat ini kamu sedang berada di fase kehidupan apa dan perkembangan seperti apa yang kamu sedang perjalankan sekarang?
Ya pasti manusia diciptakan pasti memiliki garis tangan atau takdir nya, tinggal bagaimana manusia menerima nasib atau berjuang mengadu nasib. Aku rasa saat ini aku berada pada fase after quarter life crisis, sudah tidak sebingung beberapa tahun kebelakang, yang pada saat itu masih bingung menjawab pertanyaan apa tujuan hidup kamu. Namun untuk saat ini jiwa dan pikiran lebih tenang, santai dan bijak dalam hidup, selalu berpikir positif dan bergerak ke hal-hal yang lebih baik.
Bagaimana kamu mendefinisikan kesuksesan?
Slow living, tidak cemas akan keduniawian dan menikmati kualitas hidup secara maksimal sesuai kemampuan diri.
Apakah ada hal lain yang ingin kamu bagikan?
Jangan lupa bersyukur setiap saat.
What drew you to art, the art world, and why did you decide to become an artist?
Art always brings refreshing and interesting surprises. Many people say 'There's nothing new under the sun,' but art tries to break boundaries and create new possibilities.
I decided to become an artist because for me it's not just a profession, but a way of life. It's about how we make every moment we live through meaningful and worthwhile.
What was the first artwork you created that made you feel truly proud, and why?
One piece that makes me proud is an installation titled 'Jeda' (pause). It's a 3-dimensional artwork I created during COVID-19 in 2020 and exhibited at Semeru Art Gallery in Malang.
Why? Because this work deeply resonated with my life and had different interpretations that also resonated with the viewers. It took the form of peeling walls exposing clean, neat bricks inside. This 'pause' work represented a wall longing for its partner—an artwork.
It's a metaphor representing myself, longing for my partner despite our different ethnicities, religions, islands, and long separation due to large-scale social restrictions in Indonesia at that time. For me, this wall wasn't something that suddenly appeared - rather, it reflected my first canvas when I began diving into the art world while creating graffiti in public urban spaces. Viewers also felt this work represented the spirit of maintaining physical exhibitions when all galleries were closed and shifted to online platforms.
What's one misconception about being an artist that people often have and you'd like to refute?
None. How has art and your journey in pursuing art changed how you see yourself or the world? Throughout my artistic career, there have been many mindset changes, becoming more accepting of everything and giving what we have to all aspects of life. Like how I used to think life was boring with all its rules about right and wrong, halal and haram, good and bad as if there were no neutral choices in this world. Through art, we can legitimately choose that neutrality, to be in the middle, in the 'between.'
In your opinion, what is art?
I have an artwork that represents what art means to me—it's a 2-dimensional painting that reads 'Art is a mindset.'
This piece can be viewed from both front and back, inspired by a folded chessboard. Life and art feel like playing, but not focusing on winning or losing because it's all valid. The main point is that creating art is one of those playful yet serious activities that requires much careful consideration and extensive practice. It means that through play we can find happiness, and in happiness, inner peace will emerge.
Which part of yourself is most visible in your current artwork, or which part of yourself are you currently exploring through your art?
In my 2-dimensional works like paintings, I more often use cool and calm colours like blue and green - this intuitively manifests my subconscious about everything I've experienced in life's process. I'm currently exploring new formats for canvas media that don't always have to be square or rectangular - instead, the canvas shape can also be present in the needs that want to be expressed as an important part of the work.
In your opinion, what's the importance of art in today's modern society?
Art has merged into society's fabric, not fixed to any particular media or idea. Art can come from anywhere and take any form - even something without a physical form can be considered art today. Many life-related books use art in their titles (like 'the art of not giving a f*ck,' 'the art of self-knowledge,' 'the art of emotional control,' etc.). However, hopefully, society needs to be more critical in understanding what art and artwork are.
Do you agree that humans' purpose is to always evolve? If yes, in your opinion, what life phase are you currently in and what kind of development are you currently pursuing?
Yes, surely humans are created with their destiny or fate— it's just a matter of how humans accept fate or struggle to challenge it. I feel I'm currently in an after-quarter-life crisis phase, no longer as confused as several years ago when I struggled to answer questions about my life's purpose. But now my soul and mind are calmer, more relaxed and wise in life, always thinking positively and moving towards better things.
How do you define success?
Slow living, not being anxious about worldly matters, and enjoying life's quality to the maximum according to one's capabilities.
Is there anything else you'd like to share?
Don't forget to be grateful at all times.
If enjoy this edition, forward or share it with others who might enjoy it too. :)
I do all of this solo—so if you want to see me keep this going it’s $5 monthly or $30/year to pledge your support or you can also leave me a one-time tip if you’re still thinking. It’s no secret, that I want this publication to be my full-time thing, as we build a brighter, healthier future together.















